Tampilkan postingan dengan label Artikel & Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel & Berita. Tampilkan semua postingan
Published Agustus 21, 2025 by with 0 comment

Review Kopi Arabica vs Robusta: Mana yang Lebih Enak?

 

Sumber : seedream

Ngopi bukan sekadar rutinitas, tapi sudah jadi gaya hidup. Dari kafe kekinian di kota besar sampai warung kopi sederhana di pinggir jalan, semua punya cara sendiri untuk menyajikan secangkir kopi. Tapi di balik itu, tahukah kamu kalau sebagian besar kopi yang kita minum hanya berasal dari dua jenis utama: Arabica dan Robusta?

Artikel ini akan membahas review lengkap kopi Arabica vs Robusta: mulai dari asal usul, karakter rasa, aroma, kadar kafein, hingga rekomendasi minumnya.


1. Sejarah dan Asal Usul Kopi

Kopi Arabica pertama kali ditemukan di Ethiopia pada abad ke-9. Konon, ada seorang penggembala kambing bernama Kaldi yang melihat kambingnya bersemangat setelah memakan buah kopi. Dari situlah kopi Arabica mulai dikenal, menyebar ke Yaman, lalu ke seluruh dunia.

Sementara itu, kopi Robusta baru ditemukan di Kongo pada abad ke-19. Berbeda dengan Arabica yang lebih rapuh, Robusta tumbuh lebih tahan banting, bisa di dataran rendah, dan lebih kebal hama. Tak heran Robusta kini banyak ditanam di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Vietnam.


2. Karakter Rasa Arabica vs Robusta

  • Arabica → rasanya lebih kompleks: bisa fruity, floral, nutty, bahkan mirip cokelat. Tingkat keasaman lebih tinggi, sehingga memberikan sensasi segar.

  • Robusta → rasanya lebih kuat, pahit, earthy, dengan body tebal. Cocok buat kamu yang suka kopi bold dan langsung “nendang”.

👉 Review pribadi: kalau Arabica itu ibarat musik jazz — halus, berlapis, penuh nuansa. Sementara Robusta lebih seperti musik rock — keras, tegas, tanpa basa-basi.


3. Aroma

Arabica dikenal lebih harum dengan variasi aroma manis, buah, hingga floral. Sementara Robusta cenderung earthy, woody, bahkan kadang ada aroma kacang panggang.

Kalau kamu suka kopi yang aromanya bisa “dihirup dulu sebelum diseruput”, Arabica jelas juaranya.


4. Kandungan Kafein

Banyak orang ngopi bukan cuma buat rasa, tapi juga demi energi.

  • Arabica: kadar kafein sekitar 1,2% → lebih ringan, cocok buat yang sensitif kafein.

  • Robusta: kadar kafein sekitar 2,2% → hampir dua kali lipat Arabica, cocok buat begadang atau lembur.


5. Harga

Arabica lebih mahal karena butuh perawatan ekstra, hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, dan hasil panennya lebih sedikit.
Robusta lebih murah karena lebih mudah ditanam dan lebih tahan penyakit.

Makanya, banyak kopi instan atau sachet menggunakan Robusta sebagai bahan dasar.


6. Cocok untuk Apa?

  • Arabica → paling pas untuk manual brew (V60, Kalita, Aeropress, Syphon). Rasanya kompleks, jadi bisa dinikmati tanpa gula.

  • Robusta → lebih cocok untuk espresso, kopi susu, atau minuman instan. Rasanya kuat, jadi bisa balance ketika dicampur susu dan gula.


7. Arabica vs Robusta: Mana yang Lebih Sehat?

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa Arabica punya kadar gula alami lebih tinggi dan lebih banyak antioksidan. Tapi Robusta menang dalam kadar kafein, yang juga punya manfaat sebagai stimulan.

Jadi, keduanya punya keunggulan masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan tubuhmu.


8. Kesimpulan

Arabica dan Robusta bukan soal mana yang lebih baik, tapi soal selera.

  • Suka rasa kompleks, wangi, dan smooth? Pilih Arabica.

  • Suka kopi pahit, pekat, dan bikin melek? Pilih Robusta.

Yang jelas, kopi terbaik adalah kopi yang kamu nikmati dengan cara kamu sendiri.

Read More
Published Juli 31, 2025 by with 0 comment

Dari Coba-Coba hingga Akhirnya Sengsara: Judi Online, Candu yang Menggerogoti Diam-Diam

Sora.chatgpt


Semua bermula dari rasa penasaran.
Sekadar coba-coba.
Sekadar “isi waktu luang”.
Sekadar "modal receh", katanya.

Tapi dari situlah semuanya dimulai.

Judi online kini bukan sekadar permainan, tapi jebakan yang disamarkan dalam bentuk hiburan. Ia datang diam-diam melalui iklan-iklan yang muncul di layar ponsel, melalui tautan yang dibagikan teman, bahkan dari grup percakapan keluarga yang tanpa sadar menjadi ladang promosi. Tidak perlu datang ke tempat remang-remang, tidak perlu tatap muka dengan bandar. Semuanya tersedia di ujung jari—cepat, mudah, dan tanpa malu.

Namun, seperti racun yang bekerja perlahan, judi online menipu lewat kemenangan-kemenangan kecil yang menggiurkan. Sekali dua kali menang, muncul keyakinan palsu: “Aku bisa kaya dari sini.” Tapi itu hanya umpan. Setelahnya, kekalahan demi kekalahan datang bertubi-tubi. Lalu dimulailah siklus kejatuhan: deposit ulang, pinjam uang, gadai barang, bahkan menipu orang terdekat demi menutupi kekosongan saldo.

Banyak orang terjerat bukan karena bodoh, tapi karena berharap. Berharap bisa keluar dari masalah ekonomi dengan jalan cepat. Berharap bisa menang besar dan hidup lebih baik. Namun kenyataannya, yang mereka menangkan hanya sesaat—dan yang hilang jauh lebih besar: waktu, kepercayaan, nama baik, dan masa depan.

Judi online bukan hanya merampas uang, tapi merusak kehidupan.
Banyak kisah nyata yang berujung tragis.
Orang tua mencuri uang sekolah anaknya. Anak mencuri ponsel ibunya.
Karyawan memalsukan laporan keuangan demi menutup kekalahan judi. 
Suami yang semula penyayang berubah jadi pemarah dan manipulatif.
Bahkan, tak sedikit yang berakhir di jeruji besi, atau liang lahat.


Lebih menyakitkan lagi, sistem di balik judi online dirancang untuk membuat orang terus kalah. Algoritma dan psikologi pemain dimanfaatkan untuk menciptakan ketagihan. Tidak ada yang benar-benar menang—selalu ada kekalahan yang menunggu di ujung harapan palsu. 

Read More
Published November 27, 2024 by with 0 comment

PPN 12%, MENGUNTUNGKAN MASYARAKAT?

 

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%, yang akan berlaku mulai 1 Januari 2025. Kebijakan ini diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Pasal 7 UU HPP yang mengatur tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 

Sebelumnya, tarif PPN telah mengalami kenaikan menjadi 11% pada 1 April 2022, sebagai tahap awal dari kebijakan peningkatan tarif pajak ini. UU HPP menetapkan bahwa tarif PPN akan dinaikkan bertahap, dengan tujuan menyeimbangkan penerimaan negara dan kebutuhan pembangunan.

Menurut pemerintah, kenaikan ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara tanpa membebani ekonomi secara berlebihan. Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan Indonesia, mengatakan, kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% yang direncanakan berlaku pada 1 Januari 2025 bertujuan untuk memperkuat pendapatan negara dalam rangka mendukung pembangunan dan memenuhi kebutuhan anggaran pemerintah. 

Ia juga menuturkan, kenaikan PPN juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan pajak, serta menciptakan sistem pajak yang lebih adil dan berkelanjutan. Selain itu, penerimaan yang meningkat dari PPN ini akan digunakan untuk pendanaan program-program pemerintah, seperti infrastruktur, jaminan sosial, dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Meskipun ada kenaikan tarif PPN, pemerintah akan memberikan pengecualian bagi barang dan jasa esensial, seperti barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan pendidikan, yang tidak akan dikenakan PPN. Hal ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah. 

Banyak kalangan yang menolak tentang rencana kenaikan PPN ini. Salah satunya aktris sekaligus politikus Rieke Diah Pitaloka. Dalam akun tiktok @riekediahp_official ia mengatakan Kenaikan PPN 12 ℅ sama saja dengan kenaikkan harga 9℅ berdasarkan simulasi perhitungan yang dibuatnya. Karena selisih kenaikan PPN 1% sama saja dengan kenaikan barang sebesar 9℅. Rieke melanjutkan, ia menolak kenaikan PPN 12℅ demi mendapatkan tambahan kas negara. Ia juga menyarankan kepada Presiden Prabowo agar menambah kas negara dengan menunda pembangunan infrastruktur yang tidak prioritas. Kemudian himpun dana yang berasal dari kasus korupsi triliunan rupiah. 

Menurut para pelaku usaha, kenaikan tarif PPN akan menyebabkan peningkatan harga barang dan jasa, terutama pada sektor yang tidak mendapatkan fasilitas pengecualian pajak. Selain itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyampaikan kekhawatiran terkait beban administrasi tambahan yang harus mereka tanggung.

Meski menuai kekhawatiran, beberapa pihak memandang kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 1 Januari 2025 sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Kebijakan ini dinilai dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha dalam negeri di pasar domestik karena produk impor yang terkena PPN mengalami kenaikkan harga. Hal ini menjadi momentum bagi industri lokal untuk memperkuat daya saing dengan produk asing. 

Terlepas dari nilai positif kenaikan PPN 12%, Dukungan pemerintah tetap diperlukan agar pelaku usaha lokal mampu memanfaatkan peluang yang sedang terjadi. Seperti Insentif keringanan pajak, akses pembiayaan, pengembangan kapasitas produksi, dukungan tekhnologi, peningkatan infrastruktur dan promosi. 

Selain kenaikkan PPN berdampak pada peningkatan pendapatan Negara, tentunya kenaikan PPN akan meningkatkan peluang bagi pengusaha lokal. Konsumen akhir sebagai objek PPN akan mengurangi minat terhadap produk asing yang terkena PPN. Dengan demikian, perputaran uang di dalam negeri akan meningkat.


Sumber : https://www.megatrust.co.id/2024/11/26/pemerintah-naikan-ppn-jadi-12-persen-menguntungkan-masyarakat/


Read More
Published November 24, 2024 by with 0 comment

Kementerian Komunikasi dan Digital Tangani Ribuan Konten Perjudian, Masyarakat Resah


Maraknya praktik judi online di Indonesia menimbulkan keresahan mendalam di kalangan masyarakat. Meskipun perjudian online ilegal, kemudahan akses melalui berbagai situs dan aplikasi membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Hal ini berdampak pada tingginya jumlah korban, baik dalam aspek finansial maupun psikologis.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), sebanyak 5.128.871 konten perjudian telah ditangani oleh pemerintah sejak tahun 2017 hingga November 2024. Jumlah konten yang ditangani pada tahun 2024 pun terbilang signifikan, dengan 3.457.007 konten perjudian diblokir hanya dalam periode 1 Januari hingga 7 November 2024. Angka ini mencatatkan rekor penanganan terbanyak yang pernah dilakukan Kemkomdigi terkait perjudian online. Namun, meski pemerintah sudah berupaya keras untuk membatasi akses terhadap situs judi, situs-situs baru dan penggunaan VPN membuat upaya tersebut kurang efektif.

Kekhawatiran masyarakat pun semakin meningkat seiring dengan banyaknya laporan tentang tingginya tingkat kecanduan yang dialami oleh pemain judi online. Dalam beberapa kasus, korban tidak hanya mengalami kerugian finansial yang besar, tetapi juga dampak psikologis yang serius, seperti stres, kecemasan, bahkan depresi. Seorang pengguna yang terjebak dalam perjudian online, pria berinisial D (35), mengungkapkan bahwa ia hampir kehilangan segalanya akibat terjerat dalam dunia judi online. “Saya mulai bermain sekitar dua tahun yang lalu, awalnya hanya untuk hiburan tapi lama-lama saya merasa seperti tidak bisa berhenti. Saya mulai kecanduan. Saya kehilangan banyak uang, dan itu mempengaruhi pekerjaan dan hubungan saya dengan keluarga,” ungkapnya.


Beberapa psikolog menjelaskan bahwa judi online dapat menyebabkan gangguan mental yang mirip dengan kecanduan zat, di mana individu merasa tidak bisa berhenti meski sudah mengalami kerugian besar. Dampaknya, individu yang terjerat dalam kecanduan ini sering mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi. Selanjutnya, kecanduan ini pun dapat merusak hubungan sosial dan stabilitas pekerjaan, karena pengidapnya sering kali mengabaikan tanggung jawab lainnya demi terus berjudi. Dalam banyak kasus, pemain merasa harus terus berjudi untuk memperbaiki kerugian mereka, yang menciptakan lingkaran setan dan sulit hentikan.

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah korban, masyarakat mendesak pemerintah untuk memperketat regulasi dan memperkuat penegakan hukum terhadap praktik perjudian online. Sejumlah aktivis sosial juga menyampaikan keprihatinannya mengenai dampak sosial yang ditimbulkan oleh perjudian online, termasuk meningkatnya jumlah kecanduan judi dan kerugian finansial yang besar bagi para korban. Mereka menganggap bahwa penegakan hukum yang lebih tegas terhadap bandar judi online dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan perjudian ini sangat diperlukan untuk memberi efek jera.



Dengan semakin meningkatnya keresahan masyarakat terhadap judi online, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan ini. Sebagai langkah awal, kesadaran akan bahaya perjudian harus ditanamkan sejak dini, agar dampak buruknya dapat diminimalisir. Selain itu, perlunya ruang untuk rehabilitasi bagi mereka yang terjebak dalam kecanduan judi juga menjadi fokus utama dalam upaya penyelesaian masalah ini.

Read More
Published April 19, 2018 by with 0 comment

Kedutan di Mata, Pertanda apakah itu ?

sumber foto : primbon.xyz
Setiap orang pasti pernah mengalami kedutan di sekitar mata. Entah di kelopak bawah, di atas, di samping bahkan ada yang di tengah-tengah mata. "Masa sih di tengah?, emang ada yah ?" Keh keh.. Tak jarang, kedutan itu sendiri sering dikaitkan dengan mitos orang tua dulu. Entah akan ada hal kebaikan seperti mendapatkan rezeki, atau ada yang sedang rindu atau ada juga yang menyebutkan akan mengalami kesedihan. Entahlah. Berpulang kepada kita percaya atau tidak.

Semasa kecil, setiap kali mengalamai kedutan di mata, selalu saya bertanya pada "Nde" (Nde ; dalam bahasa indonesia Nenek). Jawaban Nde cukup membuat hati gembira, selalu di harapkan, tentunya semua orang jika mendapati jawaban tersebut pasti lah akan senang. Iyah,, siapa yang gak senang coba !. .. Sambil tersenyum Nde selalu menjawab "Kamu akan dapat rezeki nomplok, Nak. Akan ada yang ngasih kamu Uang". Terus berulang jawaban itu, jikalau saya tanyakan kembali hal serupa. Untuk memastikan jawaban Nde, saya selalu bertanya pada Emak. Jawaban Emak pun sama. Tak jauh berbeda. Makin "Bungah" saja hati awak, tersenyum dan memikirkan "kira-kira siapa yah yang bakal ngasih Uang". Hehee.. Betul saja, ada yang memberikan saya uang, yaitu Apa (Bapak).

Seiring berjalan nya waktu, saya menginjak masa SMA.Tentunya, perkawanan saya pun semakin meluas.Tentang pertanda kedutan tadi, saya dapati jawaban yang berbeda. Fenomenanya sama, saya mengalami kedutan di sudut mata kiri saya. Sebetulnya saya tidak bertanya, hanya saja saya mengungkapkan apa yang saya rasa, kedutan dikelopak mata saya. Mendengar keluhan saya. Bertanyalah kawan kepada saya "mata sebelah mana yang berkedut ?". Jawaban saya lebih spesifik dan merinci. "Di sudut mata kiri saya, tak ubah, selalu di situ" jawab saya. Kemudian kawan saya pun hanya mengangguk dan merespon jawaban dari tanya yang ia lontarkan "Akan ada berita buruk, kau akan dapati kesedihan". Sontak saya terkejut dengan ungkapan kawan saya tadi. Terbesitlah kekhawatiran "Kira-kira saya bakal sedih kenapa ya? " saya bergumam dalam hati. Selang beberapa waktu. Benar saja. saya merasa sedih yang tak berkesudahan. Saya di putusi oleh pacar saya. Dan akhirnya Galau. Sedih bukan?

('")

Ketika fesbuk belum lama hadir, kurang lebih ketika awal-awal saya kuliah. Banyak orang yang menuliskan keluh kesahnya di dalam fesbuk, dalam bahasa Now "Apdet Status". Bukan hanya itu, tidak sedikit orang yang "sedikit-sedikit ..Apdet, ngelakuin ini ..Apdet, lagi makan ..Apdet, bahkan lagi di kamar Mandi....,##@##..??". Termasuk saya tentunya. Keh keh.. sampai hari ini, apdet status tentang rutinitas banyak biasa kita jumpai di halaman fesbuk. Dengan kata lain, hanya dengan melihat fesbuk, kita bisa tau apa yang sedang ia lakukan. Saya teringat beberapa waktu lalu, ketika saya apdet status di fesbuk. Saya tulis status fesbuk seperti ini, "Aduuh,, mata saya kedutan aja ya. Mudah-mudahan dapet rezeki". ..Kalian tahu kan, ada harapan di dalam diri saya, yaitu ; ada orang yang mau ngasih saya uang. Bisa di katakan "dapet rezeki" ; kalau saya ingat dengan ungkapan Nde dulu. Hehe.. Tak lama, ada yang komen di status saya tadi, komenan nya begini "Itu bukan pertanda dapet rezeki, itu karena ada aliran darah yang tersumbat". Saya membayangkan orang yang berkomentar tadi diiringi dengan wajah "merengis", kalau dalam bahasa sunda nya "ngajbew". Pupuslah harapan saya baca komenan nya. Ia mematahkan harapan saya akan dapat uang (rezeki). Saya biarkan saja , tak saya tanggapi lah komenan nya. Selang beberapa menit ada yang komen "cacingan itu". Fikir saya ; "baah, jahat kali itu yang komen, gak ber pri-kemanusiaan". Saya biarkan saja komenan nya. Hampir-hampir hendak saya Blok akun nya lalu saya datangi rumah nya dan berkata di depan wajah nya "Enak saja ngatain saya cacingan. Saya minum Kombantrin sebulan sekali, tau !". Sempat kesal juga saya dengan komenan yang terakhir tadi. Tak lama, muncul lagi pemberitahuan di fesbuk saya. Ada komentar di status yang saya tulis tadi. Komenan dia bikin saya tersenyum. Saya yakin dia orang baik. Berbeda dari dua orang yang komen distatus saya sebelum nya. "Insya Allah akan di dekatkan jodoh" Tulisnya pada kolom komentar status fesbuk saya. Yang terakhir ini baru saya balas komenan nya, "Amiin".
***
Beberapa hari ini, saya sering mengalami kedutan di area mata. Tak tentu. Terkadang di kelopak atas, bawah, kadang disudut mata. Pertanda apakah itu ? 

Read More
Published April 01, 2018 by with 0 comment

Khasiat Madu Berdasarkan Fakta Ilmiah

Madu tentu saja bukan minuman yang asing bagi Anda, Sobat Biem. Semua tahu, sejak dulu madu sudah digunakan manusia sebagai bahan makanan, minuman dan juga obat. Cairan kental yang rasanya manis ini adalah sari nektar bunga yang dihasilkan oleh lebah ini memiliki warna dan aroma yang beraneka ragam, tergantung dari bunga apa ia dihasilkan. Ada yang berwarna putih kekuningan, ada yang berwarna kuning keemasan, kuning agak tua, coklat tua, bahkan hitam.
Rasa madu biasanya dominan manis, ada pula yang agak asem, tergantung pohon dimana lebah itu bersarang. Madu memiliki sifat panas, biasanya dikemas dalam botol beraneka ragam. Terdapat kualifikasi madu, yakni madu yang tidak ditambahkan bahan apapun. Namun ada pula kualifikasi madu olahan, yang biasanya ditambah dengan vitamin atau bahan tertentu.
Madu mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan dan komponen Aromatik. Bahkan dari hasil penelitian ahli gizi dan pangan, madu mengandung karbohidrat yang paling tinggi diantara produk ternak lainnya seperti susu, telur, daging, keju dan mentega sekitar (82,3% lebih tinggi). Setiap 100 gram madu murni bernilai 294 kalori atau perbandingan 1000 gram madu murni setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu, atau 1680 gram daging.
Dari hasil penelitian lainnya, ternyata zat-zat atau senyawa yang ada di dalam madu sangat komplek yaitu mencapai 181 jenis.
Madu telah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit ringan maupun berat. Berikut Biem suguhkan khasiat dan manfaat tersebut berdasarkan hasil penelitian para ahli. Cekidot yuk !
1. MENYEMBUHKAN LUKA DAN MENGHILANGKAN RASA SAKIT
Efem (1993), telah meneliti kemampuan madu sebagai penyembuh luka akibat gangrene, dan luka akibat diabetes mellitus pada pasien di Afrika. Madu diberikan secara topika sebanyak 15-30 ml sekali dalam satu hari. Luka gangrene dan luka diabetic sembuh dan membaik diikuti dengan tidak ditemukannya bakteri-bakteri yang sebelumnya ada di sekitar luka, sepert P. pyocyenea, E.coli, S.aureus,P. mirabilis, coliform. Klebsiella, Sterptococcus faecalis, dan Streptococcus pyogenes.
2. MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER
Salah satu ramuan terkenal yang digunakan untuk mengobati kanker adalah Kalpaamruthaa (berisi madu, Semecarpus anacardium, dan Emblica officinalis), diuji kemampuannya dalam menghambat kanker payudara pada tikus yang diinisiasi dengan sel kanker paudara. Hewan uji yang telah diberi ramuan Kalpaamruthaa diamati kadar peroksida lemak dan antioksidannya dari sampel darah dan organ vital, seperti hati, ginjal, dan jaringan payudara. Pada keadaan kanker, terjadi peningkatan peroksida lemak, sementara antioksidannya menurun.
Dengan pemberian Kalpaamruthaa yang mengandung madu, diperoleh hasil adanya penurunan kadar peroksida lemak dan peningkatan kadar antioksida. Dengan demikian, menurut Veena (2007) dimungkinkan madu dan bahan lainnya dalam Kalpaamruthaamampu menjadi pelindung terhadap terjadinya kanker payudara.
3. GANGGUAN SALURAN PENCERNAAN
Penelitian yang dilakukan Salem (1985) dengan memberikan madu 30 ml sebelum makan sebanyak tiga kali sehari pada penderita gastritis, duodenitis, dan ulkus duodenum. Dua pertiga pasien mengalami perbaikan dari penyakitnya setelah pemberian madu secara oral tersebut. Kadar hemoglobin (Hb) pasien juga meningkat.
4. DEHIDRASI
Jika selama ini yang kita kenal adalah oralit formula WHO menggunakan glukosasebagai sumber karbohidrat, Haffeje dan Moosa (1985) mencoba mengganti sumber karbohidrat dalam oralit dengan madu. Bahan lainnya sama persis dengan formula WHO, yakni natrium, kalium, dan klorida, ditambah madu diberikan kepada 169 pasien anak usia 8 hari-11 tahun penderita diare.
Masa penyembuhan dari dehidrasi terbukti lebih cepat dengan formula madu, yakni 58 jam, sementara yang diberi formula WHO butuh waktu 93 jam.
5. PENDARAHAN
Pengaruh madu terhadap parameter hematologi dan biokimiawi tubuh setelah perdarahan/bleeding juga tak luput dari pengamatan para ahli. Tikus Sprague-Dawlydigunakan sebagai subjek penelitian yang diberi perlakuan 50% diet berisi madu dibandingkan dengan 50% dextrose.
Delapan hari setelah bleeding, tikus diberi diet yang dibandingkan. Pemberian diet madu 50% mampu menurunkan kadar gula darah, Enzim Aspartat Aminotransferase(AST), Alanin Aminotransferase (ALT) dan Triasilgliserol, sel darah putih, serta menaikkan kadar Hemoglobin (Hb), dan serum albumin. Parameter-parameter ini menunjukkan adanya kemampuan madu sebagai diet dalam penanganan perdarahan (Al-Waili, dkk., 2006).
6. GANGGUAN HATI
Untuk melihat kemampuan madu sebagai hepato protektif/pelindung hati, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan karbon tetraclorida (CCl). CCl mengakibatkan adanya kerusakan di sel-sel hati sehingga tampak pada parameter AST dan ALT. AST dan ALT akan naik secara tajam setelah perlakuan CCl.
Dengan pemberian madu pada tikus setelah pemberian CCl, diperoleh hasil bahwa madu mampu menurunkan kadar AST dan ALT secara bermakna (Al-Waili, dkk., 2006). Tampak bahwa madu mempunyai kemampuan menjadi pelindung hepar.
7. AIDS
Pasien AIDS berusia 40 tahun, diberi madu sebanyak 80 gram selama 21 hari. Setelah diberikan selama 21 hari, dilakukan pemeriksaan fungsi biokimiawi dan hematologi pasien AIDS tersebut untuk melihat pengaruh madu.
Ditemukan adanya penurunan kadar prostaglandinnitritoksida, jumlah limfosit, jumlah platelet, kadar protein serum, kadar albumin, kadar tembaga dalam darah.
Tampaknya madu mampu meningkatkan keadaan biokimiawi hematologi pasien AIDS (Al-Waili, dkk., 2006).
8. LAIN-LAIN
Adapun khasiat lainnya yang bisa kita peroleh dari Madu diantaranya; mengobati batuk atau filek, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai masker penghilang jerawat dan flek hitam, mengatasi bibir pecah, menjaga kebugaran tubuh, mengobati panas dalam, menyembuhkan masuk angin, demam, menghaluskan kulit, alergi, diabetes, janin yang lemah dalam kandungan (rahim), menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi, membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan, meningkatkan nafsu makan, mengobati penyakit maag, sakit kembung, kelelahan, berat badan, mencegah penuaan, dan masih banyak lagi khasiat dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Jadi, bagaimana Sobat Biem. sekarang sudah tahu kan, bagaimana manfaat madu secara ilmiah telah dibuktikan oleh para ahli. So, jangan ragu untuk mengkonsumsi madu.
Selamat mengkonsumsi madu dan selamat berakhir pekan.
Selalu jaga kesehatan! (TJ)
Sumber ; biem.co
Read More