Published April 20, 2018 by with 0 comment

Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan



Sumber : Seedream


Analisa rasio keuangan yang biasa digunakan adalah:

1. Rasio Likuiditas

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam jangka pendek.

Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain :

a. Current Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.

Rumus menghitung Current Ratio:
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%

b. Cash Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efek jangka pendek.

Rumus menghitung Cash Ratio:
Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100%

c. Quick Ratio atau Acid Test Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang lebih likuid (Liquid Assets).

Rumus menghitung Quick Ratio:
Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100%

 Catatan : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.


2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas

Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.

Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain :

a. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.

Rumus menghitung Gross Profit Margin:
Gross Profit Margin = Penjualan Netto - HPP / Penjualan Netto X 100%

b. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.

Rumus menghitung Operating Income Ratio:
Operating Income Ratio = Penjualan Netto - HPP – Biaya Administrasi & Umum (EBIT) / Penjualan Netto X 100%

c. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.

Rumus menghitung Net Profit Margin:
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Netto X 100%

d. Earning Power of Total Investment, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.

Rumus menghitung Earning Power of Total Investment:
Earning Power of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva X 100%

e. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus menghitung Rate of Return Investment (ROI):
Rate of Return Investment (ROI) = EAT / Jumlah Aktiva X 100%

f. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus menghitung Return on Equity (ROE):
Return on Equity (ROE) = EAT / Jumlah Equity X 100%

g. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners, rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.

Rumus menghitung Rate of Return on Net Worth:
Rate of Return on Net Worth = EAT / Jumlah Modal Sendiri X 100%

 Catatan : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.


2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas


3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio

Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang.

Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :

a. Total Debt to Assets Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.

Rumus menghitung Total Debt to Assets Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aktiva X 100%

b. Total Debt to Equity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.

Rumus menghitung Total Debt to Equity Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri X 100%

"Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%. 

4. Rasio Aktifitas atau Activity Ratio 

Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya. 

Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :

a. Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.

Rumus menghitung Total Assets Turn Over Ratio:
Total Assets Turn Over Ratio = Penjualan  / Total Aktiva X 100%

b. Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.

Rumus menghitung Working Capital Turn Over Ratio:
Working Capital Turn Over Ratio = Penjualan  / Modal Kerja Bersih X 100%

c. Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan.

Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan.

Rumus menghitung Fixed Assets Turn Over Ratio:
Fixed Assets Turn Over Ratio = Penjualan  / Aktiva Tetap X 100%

d. Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.

Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.

Rumus menghitung Inventory Turn Over Ratio:
Inventory Turn Over Ratio = Penjualan  / Persediaan X 100%

e. Average Collection Period Ratio, rasio untuk mengukur  berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.

Rumus menghitung Average Collection Period Ratio:
Average Collection Period Ratio = Piutang X 365  / Penjualan  X 100%


f. Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata.

Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.

Rumus menghitung Receivable Turn Over Ratio:
Receivable Turn Over Ratio = Penjualan  / Piutang Rata-Rata X 100%

           
 Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Activity ini adalah semakin baik, Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar agar dapat menilai seberapa efisien Anda mengelola sumber daya yang dimiliki.
           Sumber : https://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasio-keuangan.html








Read More
Published April 19, 2018 by with 0 comment

Kedutan di Mata, Pertanda apakah itu ?

sumber foto : primbon.xyz
Setiap orang pasti pernah mengalami kedutan di sekitar mata. Entah di kelopak bawah, di atas, di samping bahkan ada yang di tengah-tengah mata. "Masa sih di tengah?, emang ada yah ?" Keh keh.. Tak jarang, kedutan itu sendiri sering dikaitkan dengan mitos orang tua dulu. Entah akan ada hal kebaikan seperti mendapatkan rezeki, atau ada yang sedang rindu atau ada juga yang menyebutkan akan mengalami kesedihan. Entahlah. Berpulang kepada kita percaya atau tidak.

Semasa kecil, setiap kali mengalamai kedutan di mata, selalu saya bertanya pada "Nde" (Nde ; dalam bahasa indonesia Nenek). Jawaban Nde cukup membuat hati gembira, selalu di harapkan, tentunya semua orang jika mendapati jawaban tersebut pasti lah akan senang. Iyah,, siapa yang gak senang coba !. .. Sambil tersenyum Nde selalu menjawab "Kamu akan dapat rezeki nomplok, Nak. Akan ada yang ngasih kamu Uang". Terus berulang jawaban itu, jikalau saya tanyakan kembali hal serupa. Untuk memastikan jawaban Nde, saya selalu bertanya pada Emak. Jawaban Emak pun sama. Tak jauh berbeda. Makin "Bungah" saja hati awak, tersenyum dan memikirkan "kira-kira siapa yah yang bakal ngasih Uang". Hehee.. Betul saja, ada yang memberikan saya uang, yaitu Apa (Bapak).

Seiring berjalan nya waktu, saya menginjak masa SMA.Tentunya, perkawanan saya pun semakin meluas.Tentang pertanda kedutan tadi, saya dapati jawaban yang berbeda. Fenomenanya sama, saya mengalami kedutan di sudut mata kiri saya. Sebetulnya saya tidak bertanya, hanya saja saya mengungkapkan apa yang saya rasa, kedutan dikelopak mata saya. Mendengar keluhan saya. Bertanyalah kawan kepada saya "mata sebelah mana yang berkedut ?". Jawaban saya lebih spesifik dan merinci. "Di sudut mata kiri saya, tak ubah, selalu di situ" jawab saya. Kemudian kawan saya pun hanya mengangguk dan merespon jawaban dari tanya yang ia lontarkan "Akan ada berita buruk, kau akan dapati kesedihan". Sontak saya terkejut dengan ungkapan kawan saya tadi. Terbesitlah kekhawatiran "Kira-kira saya bakal sedih kenapa ya? " saya bergumam dalam hati. Selang beberapa waktu. Benar saja. saya merasa sedih yang tak berkesudahan. Saya di putusi oleh pacar saya. Dan akhirnya Galau. Sedih bukan?

('")

Ketika fesbuk belum lama hadir, kurang lebih ketika awal-awal saya kuliah. Banyak orang yang menuliskan keluh kesahnya di dalam fesbuk, dalam bahasa Now "Apdet Status". Bukan hanya itu, tidak sedikit orang yang "sedikit-sedikit ..Apdet, ngelakuin ini ..Apdet, lagi makan ..Apdet, bahkan lagi di kamar Mandi....,##@##..??". Termasuk saya tentunya. Keh keh.. sampai hari ini, apdet status tentang rutinitas banyak biasa kita jumpai di halaman fesbuk. Dengan kata lain, hanya dengan melihat fesbuk, kita bisa tau apa yang sedang ia lakukan. Saya teringat beberapa waktu lalu, ketika saya apdet status di fesbuk. Saya tulis status fesbuk seperti ini, "Aduuh,, mata saya kedutan aja ya. Mudah-mudahan dapet rezeki". ..Kalian tahu kan, ada harapan di dalam diri saya, yaitu ; ada orang yang mau ngasih saya uang. Bisa di katakan "dapet rezeki" ; kalau saya ingat dengan ungkapan Nde dulu. Hehe.. Tak lama, ada yang komen di status saya tadi, komenan nya begini "Itu bukan pertanda dapet rezeki, itu karena ada aliran darah yang tersumbat". Saya membayangkan orang yang berkomentar tadi diiringi dengan wajah "merengis", kalau dalam bahasa sunda nya "ngajbew". Pupuslah harapan saya baca komenan nya. Ia mematahkan harapan saya akan dapat uang (rezeki). Saya biarkan saja , tak saya tanggapi lah komenan nya. Selang beberapa menit ada yang komen "cacingan itu". Fikir saya ; "baah, jahat kali itu yang komen, gak ber pri-kemanusiaan". Saya biarkan saja komenan nya. Hampir-hampir hendak saya Blok akun nya lalu saya datangi rumah nya dan berkata di depan wajah nya "Enak saja ngatain saya cacingan. Saya minum Kombantrin sebulan sekali, tau !". Sempat kesal juga saya dengan komenan yang terakhir tadi. Tak lama, muncul lagi pemberitahuan di fesbuk saya. Ada komentar di status yang saya tulis tadi. Komenan dia bikin saya tersenyum. Saya yakin dia orang baik. Berbeda dari dua orang yang komen distatus saya sebelum nya. "Insya Allah akan di dekatkan jodoh" Tulisnya pada kolom komentar status fesbuk saya. Yang terakhir ini baru saya balas komenan nya, "Amiin".
***
Beberapa hari ini, saya sering mengalami kedutan di area mata. Tak tentu. Terkadang di kelopak atas, bawah, kadang disudut mata. Pertanda apakah itu ? 

Read More
Published April 14, 2018 by with 0 comment

Bagaimana Membuat Link Membuka di Tab Baru


Link (Jika di definisikan secara literatur) adalah sebuah acuan dalam dokumen hiperteks (hypertext) ke dokumen yang lain atau sumber lain. begitulah kurang lebih nya. saya tidak akan menelaskan lebih lanjut tentang Link itu sendiri. Saya hanya akan menjelaskan "Bagaimana Membuat Link Membuka di Tab Baru".

Jika kita membuat link secara manual di dalam kode template, maka agar link terbuka di tab baru, maka tambahkan kode target="_blank". Misalnya: 


<a href='http://www.rynote.blog' target='_blank'>Blogger</a>.


Jika tidak ditambakan kode target="_blank", maka link akan terbuka dihalaman blog kita, dan itu akan mengganggu halaman yang sedang kita buka.

Oke dah, selamat mencoba dan pastilah berhasil

Read More
Published April 14, 2018 by with 0 comment

Cara Menghilangkan Tulisan "Tampilkan Semua Postingan


Bagaimana cara nya agar tulisan "Tampilkan Semua Postingan" tidak muncul setiap kali buka Label pada blog kita. Tentunya sangat tidak menarik untuk dilihat oleh kita sendiri maupun pengunjung. Maka dari itu kita harus mencari solusi untuk masalah yang satu ini agat tidak tampil lagi di blog kita.

Berikut cara untuk menghilangkan menghapus tampilan tersebut.


Cara menghilangkan atau menyembunyikan tulisan Tampilkan posting dengan label bla bla bla. Tampilkan semua posting
  1. Login ke bloger
  2. Masuk ke dashboard
  3. Pilih Template
  4. Klik Edit HTML
  5. Tekan CTRL + F untuk mencari kode ini ]]></b:skin>
  6. Kemudian letakkan kode dibawah ini, diatas ]]></b:skin>
    .status-msg-wrap{ 
    display:none; 

    .status-msg-body{ 
    display:none; 

    .status-msg-border{ 
    display:none; 
    }
  7. Maka hasil akhirnya setelah di letakan di atas ]]></b:skin> seperti ini :
    .status-msg-wrap{ 
    display:none; 

    .status-msg-body{ 
    display:none; 

    .status-msg-border{ 
    display:none; 
    }
    ]]></b:skin>
  8. Terakhir preview template, jika tidak ada pesan error maka selanjutnya baru Save. Selesai.

Cara menghapus tulisan Tampilkan posting dengan label bla bla bla. Tampilkan semua posting
  1. Login ke blogger
  2. Masuk ke dashboard
  3. Pilih Template
  4. Klik Edit HTML
  5. Tekan CTRL + F untuk mencari kode ini <b:includable id='status-message'> 
    Maka yang harus
    di ganti tulisan ini :
    <b:includable id='status-message'>
      <b:if cond='data:navMessage'>
      <div class='status-msg-wrap'>
        <div class='status-msg-body'>
          <data:navMessage/>
        </div>
        <div class='status-msg-border'>
          <div class='status-msg-bg'>
            <div class='status-msg-hidden'><data:navMessage/></div>
          </div>
        </div>
      </div>
      <div style='clear: both;'/>
      </b:if>
    </b:includable>
  6. Ganti kode di atas menjadi :
    <b:includable id='status-message'>
    <b:if cond='data:navMessage'>
    <div>
    </div>
    <div style='clear: both;'/>
    </b:if>
    </b:includable>
  7. Terakhir preview template, jika tidak ada pesan error maka selanjutnya baru Save. Selesai.
Read More